Selain Legiun Asing, Slingers Waspada Pemain Lokal CLS

26 November 2017 - 10:01 am 124 Views
Pelatih Singapura Slingers Neo Beng Siang memastikan mewaspadai para pemain asing dan lokal CLS Knights Indonesia, termasuk Mario Wuysang, saat duel di OCBC Arena, hari ini. GORILASPORT

SINGAPURA (GORILASPORT) Pelatih Singapura Slingers Neo Beng Siang mengatakan dirinya, tim pelatih, dan para pemainnya tidak hanya mewaspadai legiun asing CLS Knights Indonesia, melainkan juga bintang-bintang lokal klub asal Surabaya tersebut.

Meski berstatus debutan, Neo menyatakan CLS sebagai lawan tangguh yang layak disikapi dengan cara berbeda. Dia mendasarkan analisis itu pada hasil dan jalannya pertandingan melawan Formosa Dreamers, pekan lalu. Saat itu CLS menang 94-73 dengan Brian Williams mencetak 13 poin dan 6 rebound, serta Duke Crews (16 poin, 10 rebound).

Cederanya Crews juga tidak dianggap Neo sebagai faktor yang akan mempermudah Slingers. Alasannya, CLS mendatangkan pemain pengganti yang sepadan dalam diri Evan Brock. Pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) itu tercatat pernah menjadi peraih MVP final ABL 2012. Ditambah sejumlah pemain lokal Indonesia yang tampil impresif saat melawan Formosa, dia sangat yakin pertandingan Minggu (26/11/2017) ini tidak mudah.

“Pemain lokal mereka juga bagus. Mereka punya jagoan-jagoan three-point. Artinya, kami harus memaksa para pemain kami untuk menekan mereka. Penjagaan one-on-one harus dijalankan dengan baik demi mencegah mereka memproduksi poin,” ujar nakhoda kelahiran 17 September 1961 itu, dilansir The New Paper.

Bagi Slingers, kemenangan atas CLS mutlak dihasilkan. Pasalnya, secara mengejutkan mereka ditumbangkan tim debutan lainnya, Chong Son Kung Fu, pada pertandingan pertama. Jika kembali dikalahkan CLS, bukan hanya Slingers yang akan menahan malu, melainkan juga tekanan kepada semua anggota tim akan semakin besar. Sebab, mereka menyandang status runner-up pada dua edisi beruntun ASEAN Basketball League (ABL).

Salah satu pemain Slingers yang menjadi sorotan di pertandingan pertama adalah Xavier Alexander. Meski menyumbang 14 poin, 7 rebound, dan 8 assist saat Slingers kalah 59-83; banyak media di Negeri Singa menyebut penampilan pemain asal AS itu belum memuaskan.

“X (Alexander) sudah melakukan hal yang bagus. Namun, berdasarkan analisis yang kami lakukan berdasarkan rekaman pertandingan, kami seharusnya bisa mendapatkan efek dan energi yang lebih dari dirinya, terutama saat bertahan. Ketika menyerang, kami butuh dia untuk menekan dan berlari,” ungkap Neo.

“Kritik terbesar saya pada pertandingan itu (versus Chong Son) adalah tidak ada satu orang pun yang mengatakan jika saya bermain buruk. Kini, kami akan berusaha terus mengembangkan permainan. Sebenarnya kami masih bisa lebih agresif,” kata Alexander merespons kritik media-media olahraga Singapura kepada dirinya. ANDA