Pemain Persiba Masih Bingung Gaya Pelatih Baru

27 Desember 2017 - 5:35 am 510 Views
Gaya melatih pelatih baru Persiba Balikpapan asal Brasil, Wanderley Junior, membingungkan sejumlah pemain. Sebab, hingga hari ini mereka belum pernah berlatih bersama. GORILASPORT

BALIKPAPAN (GORILASPORT) Penunjukkan Wanderley Junior sebagai pelatih Persiba Balikpapan membuat sejumlah punggawa Beruang Madu bingung. Mereka belum mengetahui gaya maupun cara nakhoda asal Brasil itu meracik timnya.

Salah satu yang membuat pemain bingung adalah karena hingga hari ini belum pernah bertemu langsung dengan mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut. Pasalnya, seusai menandatangani kontrak, Wanderley langsung pulang ke Brasil. Rencananya dia akan datang ke Balikpapan pada Kamis (28/12/2017).

Saat ini, latihan dan seleksi pemain dipimpin Asisten pelatih Hariyadi. “Saya belum tahu pelatih (yang baru) seperti apa karena belum datang,” ujar gelandang senior Persiba asal Pasuruan, Siswanto.

Namun, mantan pemain Persib Bandung dan Sriwijaya FC itu sudah mendapat sedikit bocoran terkait gaya melatih maupun racikan Wanderley dari beberapa pemain Mutiara Hitam. “Wanderley kata teman-teman saya di Persipura, Boaz Salossa dan Ricardo Salampesy, dia bilang tipe pelatih dari Brasil itu hampir sama dengan pelatih-pelatih asing yang lainnya,” ujarnya.

Pemain yang mengawali karir bersama Persekabpas Pasuruan itu mengatakan, Wanderley lebih mengutamakan kualitas dan profesionalisme pemain saat latihan. “Dia memadukan pemain senior dan junior. Tidak pilih kasih. Tidak (penting) nama besar pemain. Yang tampil bagus dalam latihan itulah yang akan main,” ujarnya.

Karena itu, Siswanto khawatir akan menjadi pemain lapis kedua, seperti di kompetisi  musim lalu ketika manajemen Persiba menunjuk Hariyadi menjadi pelatih kepala. Ketika itu, Siswanto dan Sunarto lebih banyak duduk di bangku cadangan. Bahkan, beberapa kali nama dirinya dan Sunarto tak masuk starting line-up pemain.

Hariyadi lebih suka menurunkan Maldini Pali. Berbeda ketika masih ditangani Milomir Seslija, Siswanto dan Sunarto selalu jadi pilihan utama pelatih asal Serbia itu. “Saya tidak takut (dicadangkan) karena saya tahu siapa yang mengontrak saya. Sebagai pemain profesional, saya 100% main dengan hati untuk menghibur penonton yang ada di stadion maupun di seluruh Indonesia,” ujar Siswanto.

“Bagi pesepak bola, yang menilai bukan pelatih (kepala), asisten, atau manajemen, melainkan semua penonton yang datang ke stadion. Kesempatan (bermain) hanya 5 menit atau 10 menit  saya akan kerahkan semua kemampuan saya,” pungkas Siswanto EDD