DILARANG MENYERAH

26 Januari 2018 - 8:07 am 276 Views

Menjalani delapan pertandingan dengan hanya mampu mendulang satu kemenangan membuat peluang CLS Knights Indonesia untuk menjadi juara ASEAN Basketball League (ABL) 2017/2018 sangat berat. Artinya, yang kini bisa dilakukan klub asal Surabaya itu hingga kompetisi berakhir adalah berusaha sekuat tenaga menghasilkan kemenangan lewat perlawanan sengit. Sebab, fakta menunjukkan, penampilan CLS sebenarnya tidak terlalu buruk dari tujuh kekalahan yang diderita, baik saat bermain kandang maupun tandang. Pasalnya, Mario Wuysang dkk mampu memberikan perlawanan yang layak mendapatkan acungan dua jempol. Mereka selalu pantang menyerah untuk mengejar ketertinggalan poin. Yang menjadi pekerjaan rumah bagi staf pelatih untuk segera diperbaiki adalah mentalitas akibatnya minimnya jam terbang internasional. Selain itu, dewi fortuna juga terlihat kurang ramah dengan skuad yang bermarkas di GOR Kertajaya, Surabaya, tersebut. Akibatnya, dalam beberapa kasus, keunggulan poin CLS di awal-awal laga harus sirna ketika memasuki fase penentuan. Meski pertandingan-pertandingan selanjutnya tidak mudah karena akan dimainkan di luar Indonesia, peluang tetap ada. Usaha keras dan berharap kemurahan dewa keberuntungan tetap harus dilakukan.