JESSE OWENS

2 Februari 2018 - 1:59 pm 264 Views

SANG PENAKLUK HITLER

Jauh sebelum tentara Uni Soviet menguasai jantung kekuasaan Rezim Nazi Jerman di Berlin, seorang atlet kulit hitam Amerika Serikat bernama Jesse Owens telah terlebih dulu mempermalukan Adolf Hitler lewat aksi memikat selama Olimpiade Berlin pada 1936.

Sejarah mencatat, Olimpiade Berlin sengaja dijadikan Hitler dan Nazi sebagai alat propaganda untuk menunjukkan superioritas ras Arya. Sebagai penyelenggara kompetisi, Jerman berambisi menyapu bersih semua cabang olahraga yang dipertandingkan, termasuk atletik.

Sebagai orang yang rasialis dan fasis, Hitler awalnya melarang atlet-atlet yang memiliki darah Yahudi untuk ambil bagian. Namun, karena protes dan ancaman boikot, akhirnya atlet-atlet Yahudi dari berbagai negara ikut serta. Total ada 46 negara yang ambil bagian pada Olimpiade modern edisi kesepuluh itu.

Di klasemen akhir pengumpul medali, Jerman boleh saja berbangga karena menjadi yang paling banyak. Mereka mengoleksi 33 emas, 26 perak, 30 perunggu. Jerman mengalahkan Amerika yang ada di posisi 2 dengan 24 emas, 20 perak, 12 perunggu.

Sayang, yang menjadi buah bibir adalah kehebatan Owens di trek lari Olympiastadion Berlin. Pemilik nama lengkap James Cleveland Owens itu meraih empat medali emas di nomor lari 100 meter (sprint), 200 meter, estafet 4×100 meter, dan lompat jauh.

Yang menarik adalah, muncul rumor tentang penolakan Hitler menyalami Owens saat upacara pengalungan medali. Dalam film Hollywood berjudul “Race” yang sengaja dibuat untuk mengisahkan kehebatan Owens, terlihat bahwa sang diktaktor sengaja meninggalkan sang atlet. Konon, Hitler menolak menyalami Owens karena faktor ras.

Namun, kabar itu ternyata tidak benar. Pada 2009, seorang mantan wartawan Jerman berusia 83 tahun, Siegfried Mischner, mengklaim Owens sempat bersalaman dengan Hitler di belakang panggung. Menurut Mischner, setelah salaman, Hitler meninggalkan stadion. Bukan sebelum upacara pengalungan medali.

“Kejadiannya sebelum upacara (pengalungan medali) sehingga tidak terekam pers internasional. Saya melihat mereka (bersalaman). Saya melihat Hitler bersama (dengan Owens),” ujar Mischner.

Selain kesaksian Mischner, dalam buku Triumph: The Untold Story of Jesse Owens and Hitler’s Olympics karya Jeremy Schaap, Owens sendiri mengakui bahwa Hitler menjabat tangannya. Justru Presiden Amerika Serikat saat itu, Franklin Delano Roosevelt (FDR) yang tidak memberinya ucapan selamat, baik secara langsung maupun lewat telegram.

“Hitler punya waktu tertentu untuk datang ke stadion. Setelah itu dia pergi. Dia meninggalkan stadion sebelum pengalungan medali saya. Sebelum meninggalkan stadion, saya melewati dia. Lalu, dia melambaikan tangan pada saya dan saya membalasnya,” ujar Owens.  ANDA