Piala Gubernur Bukan Prioritas Persiba

13 Februari 2018 - 8:27 pm 106 Views
Persiba Balikpapan memastikan Piala Gubernur Kalimantan Timur bukan prioritas yang ingin dimenangkan. Beruang Madu tetap fokus untuk persiapan Liga 2. GORILASPORT

BALIKPAPAN (GORILASPORT) Pelatih Persiba Balikpapan Wanderley Junior mengungkapkan, akan menjadikan turnamen pramusim Piala Gubernur Kaltim 2018 sebagai bagian dari persiapan Beruang Madu sebelum tampil di Liga 2.

Pelatih berdarah Brasil itu mengatakan, Piala Gubernur akan menjadi evaluasi akhir tim karena ini menjadi kesempatan Siswanto dkk mengukur kesiapan menghadapi Liga 2. “Kita jadikan Piala Gubernur sebagai bagian dari persiapan kita arena target utama kita di Liga 2 adalah kembali ke Liga 1,” ujar Wanderley.

Namun, dia tidak ingin Persiba hanya menjadi tim pelengkap di Piala Gubernur. Apalagi, tim kebanggan masyarakat Kota Balikpapan itu satu-satunya tim Liga 2. Beruang Madu tergabung di Grup B bersama Persebaya Surabaya, Sriwjaya FC, dan Madura United. “Kita akan memberikan penampilan yang terbaik dalam Piala Gubernur. Target kita tetap satu persatu, setiap pertandingan bisa meraih kemenangan, lawan siapa pun. Itu yang penting,” ujarnya.

Sementara terkait tren pemain asing yang menjadi warga negara Indonesia (WNI), Wanderley mengaku tidak ingin mengikuti jejak striker Sriwjaya FC (SFC) Alberto Goncalves. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu mengatakan, Beto memiliki istri berkewarganegaraan Indonesia dan telah dikarunia tiga anak dari wanita berdarah Palembang tersebut.

“Soal Beto jadi WNI saya bertemu dia di Kedubes Brasil karena dia punya kepentingan soal pekerjaan. Dia punya keluarga di Indonesia. Kehidupannya di Indonesia. Jadi beda dengan saya karena saya punya kehidupan di Brasil. Saya di Indonesia hanya kerja. Beto punya kepentingan di Indonesia karena keluarganya di Indonesia,” ujarnya.

Namun, pelatih yang pernah menukangi sejumlah klub di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand itu mengaku senang selama bekerja dan tinggal di Indonesia. “Saya harus terima kasih untuk Indonesia. Saya diberi kesempatan untuk bekerja di Indonesia. Tapi, saya tetap orang Brasil. Saya hormat untuk Indonesia. Saya senang berada di Indonesia,” ujarnya.

Pelatih yang sangat fasih berbahasa Indonesia itu menceritakan tentang dirinya pertama kali berada di Indonesia sebagai pemain dan memperkuat klub kasta kedua Indonesia pada 2003 silam. “Saya sudah 13 tahun di Indonesia. Saya datang pertama kali pada 2003 dan bergabung dengan Persid Jember. Lalu, Persibo Bojonegoro karena diajak Jaksen F Tiago (pelatih Barito Putra),” pungkas Wanderley. EDD