SFC Masih Kurang Sabar

12 Februari 2018 - 2:58 am 134 Views
web sriwijaya vs bali - beto vs spasojevic
Langkah Sriwijaya FC sedikit berat menembus babak final Piala Presiden 2018. Hal itu disebabkan Laskar Wong Kito gagal memetik kemenangan setelah dipaksa bermain imbang tanpa gol di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (11/2/2018). GORILASPORT

PALEMBANG (GORILASPORT) Perang bintang pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2018 berakhir sama kuat. Sriwijaya FC dan Bali United mengakhiri laga dengan skor 0-0 saat bertarung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (11/2/2018).

Hasil ini membuat langkah Laskar Wong Kito diprediksi semakin berat saat menjalani leg kedua di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Rabu (14/2/2018). Adam Alis dkk harus berusaha lebih maksimal untuk memenangkan pertandingan berikutnya jika ingin memastikan langkah ke babak final.

Meski demikian, Pelatih SFC Rahmad Darmawan tetap mensyukuri hasil yang diraih pada pertandingan tersebut. Menurutnya, seluruh pemain timnya telah berjuang dengan sekuat tenaga sepanjang pertandingan.

“Pemain sudah buat semua. Mereka tampil agresif sepanjang pertandingan dan telah melakukan segalanya di lapangan. Mereka hanya tidak mencetak gol saja,” ungkapnya seusai laga.

Padahal, menurut pelatih berinisial RD, timnya sudah beberapa kali melakukan perubahan strategi untuk menembus pertahanan Bali United yang sangat rapat. Tapi, ternyata masih belum berhasil mencetak gol.

“Walaupun kita tidak berhasil mencetak gol dan menang. Tapi, saya bisa katakan malam ini merupakan penampilan terbaik tim selama menjalani lima pertandingan di Piala Presiden,” pujinya.

Mantan pelatih Persija Jakarta itu menjelaskan, selain pertahanan Bali United yang kokoh, kegagalan SFC mencetak gol pada laga ini disebabkan kurang tenangnya pemain dalam melakukan penyelesaian akhir.

“Mereka juga masih tergesa-gesa saat berhasil menguasai bola, sehingga tidak bisa mengatur tempo. Peluang kita masih ada, tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan pertandingan leg kedua nanti,” ucapnya.

RD tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada suporter yang telah datang ke stadion untuk memberikan dukungan moril,” tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Bali United Hans Peter Schaller mengaku sangat beruntung karena timnya dapat menahan imbang SFC pada leg pertama ini. Hasil ini tentunya membuat mereka lebih percaya diri menghadapi leg kedua nanti.

“SFC tim yang kuat. Mereka terus menekan kami. Tapi, untungnya pemain kami juga bermain dengan sangat baik. Kami senang dengan hasil ini. Kami tidak bermain bertahan, tapi dalam sepak bola modern semua pemain memang harus siap bermain di posisi apapun, termasuk membantu pertahanan,” katanya. ARJA