Liga Naturalisasi

23 Maret 2018 - 11:00 am 405 Views

Setelah menanti beberapa bulan, Liga 1 2018 akhirnya kick-off. Bhayangkara FC selaku juara bertahan akan menghadapi Persija Jakarta, sang juara Piala Presiden 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/3/2018), pada duel pembuka. Sebagai kompetisi sepak bola paling bergengsi di Indonesia, Liga 1 menjadi incaran para pelatih untuk menerapkan ilmu kepelatihan yang selama ini didapatkan. Adu taktik, strategi, hingga perang urat saraf diyakini akan menghiasi Liga 1 musim ini. Meski tidak seekstrim perang mulut antara Jose Mourinho dengan Arsene Wenger atau Antonio Conte dengan Pep Guardiola, tensi kompetisi di Indonesia akan panas. Dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan otoritas yang berwenang di sepak bola Indonesia, Liga 1 musim ini diharapkan semakin menarik. Budaya lama seperti pengaturan skor, keputusan aneh wasit, hingga kerusuhan suporter diharapkan berkurang yang pada akhirnya akan hilang sama sekali. Pasalnya, di era media sosial saat ini, sorot mata dunia lebih sering tertuju ke Indonesia ketika ada kejadian yang luar biasa. Karena itu, sebagai pecinta sepak bola lokal, kita sebagai penonton hanya bisa berharap fair play benar-benar ditenggakkan. Siapa pun yang menjadi juara tidaklah penting. Pasalnya, yang jauh lebih bermakna dari sebuah gol yang terjadi adalah sportivitas. Nilai-nilai kemanuasiaan harus menghiasi Liga 1 musim ini dan musim-musim selanjutnya.