Derby Mataram Tersaji di Laga Pembuka

16 April 2018 - 10:47 pm 255 Views
erwan-hendrawanto-psim-jogja-web

PSIM Yogyakarta akan menjamu PSS Sleman pada laga pembuka Liga 2 musim ini. Derby Mataram itu dikhawatirkan kedua tim menimbulkan kericuhan. GORILASPORT

YOGYAKARTA (GORILASPORT) Laga sengit dan tensi tinggi selalu tersaji saat PSIM Yogyakarta menghadapi PSS Sleman. Laga derby Mataram ini kembali terjadi di laga pembuka Liga 2 musim ini.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah merilis jadwal resmi gelaran kompetisi kasta kedua sepak bola nasional. Dua tim asal Yogyakarta ini berada dalam satu grup yang sama, Grup Timur.

READ MOREMusim Depan, PSIM Butuh Rp4,5 Miliar

Sesuai rilis PT LIB, laga derby Mataram ini digelar akhir pekan ini di Stadion Sultan Agung Bantul, homebase sementara PSIM, Minggu (22/4/2018).

Manajemen kedua tim merasa was-was dengan laga ini. Keduanya mengkhawatirkan potensi bentrokan suporter kedua tim. Hal itu membuat mereka harus siap-siap menerima sanksi.

“Kami tidak khawatir dengan tim yang dihadapi, tapi faktor keamanan saat pertandingan berlangsung,” kata Sekretaris PSIM Jarot Kastawa, Senin (16/4/2018).

Menurut Jarot, jika dalam 90 menit ada insiden di dalam atau di luar lapangan, PSIM akan menerima dampaknya. Apalagi, status PSIM bertindak sebagai tuan rumah saat menghadapi PSS nanti.

“Kalau ada sesuatu (insiden), sanksi yang kami khawatirkan. Mungkin, ke depan juga tidak mendapatkan izin dari kepolisian,” kata Jarot.

Kekhawatiran juga diungkapkan manajemen PSS. Mereka siap bertanding dengan tim manapun, namun mereka mengkhawatirkan faktor keamanan.

READ MOREMadura United Kecewa Gonzales Gabung PSS

Faktor Keamanan jadi Perhatian

Asisten Manajer PSS Dewanto Rahadmojo mengakui, timnya merupakan tim profesional yang siap bertanding dengan tim manapun. “Namun, faktor keamanan tentu menjadi pertimbangan kami,” katanya.

Manajemen kedua tim berharap pembagian grup ditinjau lagi. Mereka akan memaparkan persoalan tersebut dalam manager meeting yang digelar hari ini, Senin (16/4/2018). Artinya, mereka berharap jadwal yang dirilis PT LIB belum final dan memungkinkan berubah. IRR