FEATURE: Sayangkan Perilaku Beto

15 April 2018 - 8:37 am 87 Views

Sriwijaya FC gagal meraih angka sempurna setelah ditahan imbang 2-2 oleh Persipura Jayapura di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (14/4/2018). Dalam laga tersebut terlihat pikap tidak terpuji dari Alberto “Beto” Goncalves. GORILASPORT

PALEMBANG (GORILASPORT) Fans Sriwijaya FC menyayangkan prilaku kurang terpuji yang diperlihatkan Alberto “Beto” Goncalves, pada pertandingan menghadapi Persipura. Dalam lanjutan Liga 1 2018, Sabtu (14/4/2018) sore di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, yang berakhir imbang 2-2.

Pemain naturalisasi kelahiran Brazil ini, menunjukkan sikap yang tidak sepantasnya diperlihatkan oleh seorang pemain sepakbola profesional. Saat dirinya ditarik keluar lapangan pada menit 78 dan digantikan oleh Patrich Wanggai, oleh Asisten Pelatih Francis Wawengkang, yang didaulat menggantikan tugas Rahmad Darmawan.

READ MORE: Lawan Persipura, Persiapan Mitra Kukar Seminggu

Ketika itu, eks pemain Arema FC ini terlihat kesal dan marah. Saat mendengar namanya disebutkan oleh announcer, sebagai pemain yang akan diganti. Dia pun sontak menggerutu dan mengeluarkan gestur tidak senang, ke arah bench official SFC saat hendak keluar lapangan.

Tidak hanya itu, setelah melakukan tos dengan Patrich Wanggai dipinggir lapangan. Pemain bernomor punggung 9 itu bukannya menuju bench official SFC, tapi langsung bergegas menuju ruang ganti, sembari terus menggerutu.

Prilaku Beto tersebut sontak mematik respon sejumlah fans SFC, yang menyaksikan pertandingan dari kursi VIP dan berada tepat dibelakang bench dan atas lorong menuju locker room. Bahkan beberapa diantaranya, ada yang terlihat menyorakinya dengan suara “Huu,”.

“Sikap Beto kok seperti itu. Sebagai pemain profesional yang sudah senior dan berlabel bintang. Tidak seharusnya dia menunjukkan sikap seperti itu. Pelatih pasti memiliki alasan, sebelum memutuskan untuk mengganti seorang pemain. Kami sebagai fans SFC sangat kecewa dengan prilakunya,”keluh Agus, penonton di Tribun VIP yang berada dibawah Tribun Media, sembari berdiri dan menunjuk ke arah Beto.

Pantauan dilapangan, sebelum ditarik keluar. Beto sempat beberapa kali terlibat berbenturan dengan pemain Persipura, saat melakukan perebutan bola. Puncaknya, beberapa menit sebelum Patrich Wanggai diminta bersiap untuk masuk kelapangan, sebagai pemain pengganti.

READ MORE: FLASH NEWS: Man City Kembali Raih Tiga Poin

Beto kembali terlibat benturan keras dan terjatuh, usai melakukan duel udara. Saat itu, dia terlihat meringis kesakitan dan terbaring dilapangan. Sehingga membuat pemain Persipura yang tengah melakukan serangan, akhirnya memilih menghentikan laju bola dan menendangnya keluar lapangan.

Beberapa saat kemudian, Beto akhirnya bisa kembali berdiri setelah dibantu oleh pemain Persipura M Tahir. Dengan wajah yang masih meringis menahan sakit, Beto terlihat tetap berusaha berlari mengejar bola, meskipun dalam kondisi sedikit pincang. Khawatir terjadi sesuatu dengan anak asuhnya, akhirnya Asisten Pelatih Francis Wawengkang memutuskan menariknya keluar.

Tak pelak, prilaku buruk yang diperlihatkannya tersebut. Membuat aksi heroiknya di babak pertama saat menggandakan keunggulan SFC menjadi 2-0, melalui gol pada menit ke 36. Seolah menjadi sia-sia. Ibarat kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Dimaklumi Pelatih  

Sementara itu, Pelatih Fisik SFC  Rasiman mengaku memaklumi sikap Beto tersebut. Menurut dia, itu merupakan hal yang biasa dan menunjukkan bahwa Beto masih  ingin bermain dan membantu tim hingga menit akhir.

“Tidak hanya Beto, pemain yang tidak main sama sekali dan tidak masuk line up juga pasti ada yang kecewa maupun marah. Tapi mau bagaimana lagi, dalam sepakbola yang bisa bermain hanya 11 orang dari 30 pemain,”terangnya pada press confrence usai laga.

Rasiman memastikan, apa yang dilakukan jajaran pelatih semuanya memiliki tujuan. Karena secara naluri, tidak hanya Beto maupun pemain lainnya dilapangan yang menginginkan kemenangan, tetapi juga mereka.

“Dengan pergantian pemain, kita mengharapkan bisa menghasilkan impact bagi tim, sehingga bisa meraih kemenangan. Apalagi setelah tim lawan berhasil mengimbangi skor menjadi  2-2. Jadi intinya, saya memahami kenapa Beto marah dan kecewa,”tutupnya. ARJA