Gomez Serahkan ke Klub dan Komdis

16 April 2018 - 9:57 pm 231 Views
web mario gomez persib

Pelatih Persib Bandung Mario Gomez menyerahkan kericuhan yang terjadi di Malang kepada klub dan Komdis PSSI. GORILASPORT

BANDUNG (GORILASPORT) Pertandingan tandang Persib Bandung berakhir ricuh. Kejadian itu terjadi saat menghadapi Arema FC dalam lanjutan Liga 1/2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (16/4/2018).

Kejadian berawal ketika suporter tuan rumah masuk ke dalam lapangan pada masa injury time saat skor masih imbang 2-2. Pertandingan pun terpaksa dihentikan.

READ MORERicuh Arema FC Kontra Persib, Ini Putusan PT LIB

Pelatih Persib Mario Gomez menyerahkan keputusan sanksi untuk Arema FC kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Pasalnya, hal tersebut merupakan wewenang dari komdis untuk menjatuhkan hukuman yang tepat bagi tim berjuluk Singo Edan.

“Itu menjadi urusan komisi disiplin karena kemarin penonton masuk ke dalam dan itu bukan urusan kami. Karena, sebelum pertandingan kita kehilangan Supardi empat pertandingan dan kemarin semua orang bisa masuk ke lapangan dan itu sangat berbahaya. Itu menjadi masalah komisi disiplin,” kata Gomez di Bandara Husein Sastranegara, Senin (16/4/2018).

Gomez menambahkan, masalah pengajuan keberatan dengan kejadian di Stadion Kanjuruhan menjadi bagian PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Tugas utamanya sebagai pelatih adalah memimpin tim untuk menghadapi pertandingan. “Ini tugas dari (manajemen) klub. Mereka yang harus bicara dengan federasi atau pihak lain,” ujarnya.

Mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini tidak ingin larut memikirkan pertandingan menghadapi Arema, karena selanjutnya tim kebanggaan Bobotoh ini akan menjamu Borneo FC yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (21/4/2018).

“Kami lebih penting untuk melakukan persiapan menghadapi laga berikutnya. Mungkin, manajemen kami harus bicara dengan federasi soal kejadian ini dan itu bukan urusan kami. Tugas kami hanya bermain sepak bola,” ucapnya.

Pada kericuhan tersebut, Gomez menjadi korban lemparan yang membuat kepalanya mengalami luka. Hal itu merupakan insiden pertama baginya selama menjadi pelatih. “Iya, ini yang pertama kali seperti ini,” jelasnya.

READ MOREFLASH NEWS: Rusuh, Arema vs Persib Imbang

Insiden Pertama Kalinya

Pelatih berusia 61 tahun ini sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Malang, karena sangat membahayakan bagi pemain. Setelah pertandingan, pemainnya dalam kondisi baik walaupun sempat mendapatkan leparan dari atas tribune saat akan memasuki ruang ganti.

“Itu tidak cukup bagus, tapi masalahnya kami tidak suka kekerasan karena ini sepak bola. Tidak ada (korban) karena kami bisa dengan cepat meninggalkan lapangan,” ungkapnya. HYGS