FEATURE: Menanti Pembuktian si Jago Kandang

16 Mei 2018 - 8:48 am 46 Views

PSMS Medan akan kembali menjalani laga kandang Liga 1. Mereka dijadwalkan akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Medan, Jumat (18/5/2018). GORILASPORT

MEDAN (GORILASPORT) PSMS Medan akan melakoni laga berat pada lanjutan Liga 1 musim ini. Menghadapi tim calon juara Sriwijaya FC, PSMS dibayangi rekor buruk kekalahan.

Dua kali bersua SFC di Piala Presiden beberapa waktu lalu, dua kali pula tim berjuluk Ayam Kinantan itu ditumbangkan tim kebanggaan warga Sumatera Selatan tersebut.

READ MOREPSMS Tanpa Djanur saat Latihan

Namun, hasil itu tak memengaruhi tekad Pelatih PSMS Djajang Nurjaman. Pelatih yang akrab disapa Djanur itu tetap membidik hasil berbeda saat duel di Stadion Teladan, Jumat (18/5/2018) sore nanti.

Djanur pun menyadari kualitas lawan. Selain diperkuat pemain-pemain asing, mereka juga diperkuat para pemain bintang lokal. “Kita akui secara tim mereka bagus. Materi mereka bintang semua. Naturalisasi plus asing ada enam sampai tujuh orang. Kualitas mereka memang di atas rata-rata,” ungkap Djanur.

“Pemain lokalnya juga siapa yang tak tahu Zulfiandi, Adam Alis, dan lainnya. Rekor mereka juga bagus di kandang lawan. Kita sebaliknya, belum menunjukkan performa yang baik,” kata Djanur, seusai latihan di Lapangan Kebun Bunga, Medan.

Namun, motivasi bermain di kandang dinilai Djanur bisa menjadi pembeda. Terbukti, PSMS mampu menumbangkan tim kuat seperti Persija Jakarta dan Barito Putera. “Kita memiliki rekor bagus di laga home. Ini akan menjadi acuan bagi kita. Mudah-mudahan pemain tidak kalah sebelum bertanding,” terangnya.

READ MOREPenyakit Kambuhan, Hantui Para Pemain PSMS

Djanur Matangkan Latihan

Demi mengantisipasi permainan Laskar Wong Kito, Djanur pun engaku sudah mempersiapkan segalanya. Termasuk, menggelar latihan intensif selama dua hari ke depan. “Sudah saya sampaikan dari awal sebelum latihan. Materi yang saya kasih hari ini sebagai antisipasi permainan mereka. Tinggal pemain bagaimana melakukan,” tegasnya.

Selain itu, mantan pelatih Persib Bandung ini juga mengakui laga akan berat karena kondisi pemain yang berpuasa dan baru makan hanya beberapa jam sebelum kick-off. “Pertandingan awal di tanggal 2 Ramadan. Adaptasi dengan baru makan. Bukan persoalan gampang, walaupun kedua tim mengalami ini, tapi di sini lebih ramai yang berpuasa,” tambahnya.

Untuk latihan di bulan Ramadan, menurut Djanur tidak ada penurunan intensitas. “Di hari pertama oke. Intensitas tidak bisa menurun karena ini kompetisi. Kondisi berpuasa saya pikir itu biasa,” katanya. ADAN