FEATURE: Misi Mulia Marseille di Liga Europa

15 Mei 2018 - 7:31 pm 38 Views
florian thauvin marseille

Olympique Marseille bertekad mengalahkan Atletico Madrid untuk menjadi tim Prancis pertama yang juara Liga Europa. Final digelar Kamis (17/5/2018) dini hari waktu Indonesia. GORILASPORT

MARSEILLE (GORILASPORT) Ada misi khusus yang diemban Olympique Marseille saat melakoni final Liga Europa versus Atletico Madrid di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Kamis (17/5/2018) dini hari waktu Indonesia. L’Oheme ingin menjadi anggota Ligue 1 yang menjadi juara kompetisi kelas dua Benua Biru tersebut.

Sejarah mencatat, klub-klub sepak bola Prancis belum ada yang bisa menjuarai Piala UEFA maupun Liga Europa. Sebut saja Bastia, yang hanya pernah menginjak ke final 1977/1978. Kala itu, mereka gagal juara seusai dikalahkan PSV Eindhoven. Ada lagi Girondins Bordeaux menjadi klub lainnya yang tampil pada pertarungan puncak Piala UEFA 1995/1996. Sayang, saat itu Bordeaux disingkirkan Bayern Muenchen.

READ MOREFEATURE: Lingkaran Perpindahan Pelatih

Uniknya, Marseille juga pernah memiliki pengalaman serupa. Sebelumnya, klub dari selatan Prancis itu pernah dua kali naik panggung kompetisi ini, yaitu pada 1998/1999 dan 2003/2004. Pada 1998/1999 mereka dikalahkan Parma. Sementara pada 2003/2004, gantian Valencia yang mempermalukan Marseille. Sialnya, Marseille hanya menang empat kali dari 15 laga melawan klub Spanyol dengan delapan kekalahan dan tiga skor imbang.

“Peluangnya sama kuat. Kami ingin juara. Begitu juga mereka. Saya rasa ini akan menjadi pertandingan menarik karena kami sudah lama tidak juara di Eropa. Di Liga Europa kami pernah mencapai final dua kali, yang semuanya berakhir dengan kekalahan. Saya rasa kami sangat siap untuk pertandingan nanti. Pelatih telah memberitahu kami apa yang harus kami lakukan di pertandingan itu,” kata Florian Thauvin kepada L’Equipe.

READ MOREFEATURE: Buffon dan Balotelli Tergantung Mancini

Atletico Tanpa Simeone

Menariknya, menghadapi duel pamungkas Liga Europa, Atletico kembali tidak akan ditemani Diego Simeone dari bench. Nakhoda asal Argentina itu harus menjalani hukuman skorsing empat pertarungan di kompetisi Benua Biru. Satu hukuman sudah dijalani saat leg kedua semifinal di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid. Artinya, masih ada tiga pertandingan level Eropa lagi.

Hukuman berat tersebut dijatuhkan karena Simeone melakukan protes keras kepada ofisial pertandingan saat melawan Arsenal pada leg pertama. Ketika itu dia diusir ke tribune hanya setelah 12 menit laga berjalan. UEFA mendakwa El Cholo atas pelecehan terhadap ofisial dan sikap tidak pantas. Dampaknya, dia dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim plus dendang 10.00 euro.  ANDA