Manajemen PSIS Masih Percaya Pemain

15 Mei 2018 - 5:25 pm 45 Views
H Ibrahim PSIS

Para petinggi PSIS Semarang masih mempercayai kemampuan para pemain untuk bisa keluar dari inkonsistensi hasil. Mereka melihat mental menjadi faktor penghambat. GORILASPORT

SEMARANG (GORILASPORT) Manajemen PSIS Semarang memastikan masih yakin dengan kinerja para pemain untuk bisa tampil konsisten pada sisa laga di putaran pertama Liga 1 2018. Labilnya performa PSIS dinilai bukan karena buruknya racikan Vincenzo Annese, melainkan kondisi mental pemain.

General Manager Laskar Mahesa Jenar Wahyu Winarto mengatakan banyak pemain yang baru kali pertama merasakan atmosfer pertandingan di Liga 1. Bagi pemain yang baru bertanding di kasta tertinggi, kondisi mental tidak bisa disamakan dengan pemain-pemain yang sudah kenyang pengalaman. Apalagi, PSIS merupakan salah satu tim promosi di kompetisi elite Indonesia musim ini.

READ MOREPSMS Tanpa Djanur saat Latihan

“Pemain kita rata-rata masih muda. Jadi, ini hanya soal mental. Saya kira mereka hanya butuh proses menuju kematangan,” ucap Wahyu. Ucapan Wakyu didasarkan pada hasil tiga pertandingan terakhir. Sebab, statistik menunjukkan permainan tim mulai goyah di babak kedua. Apalagi jika banyak mendapatkan tekanan dari tim lawan. Biasanya Bruno Silva dkk mulai sering melakukan kesalahan sendiri, termasuk salah passing.

Wahyu menambahkan, dalam pertandingan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, PSIS tampil bagus di babak pertama, meski kebobolan satu gol. Bahkan, penguasaan bola lebih banyak didominasi oleh anak-anak Semarang. “Mungkin sekitar 60:40. PSIS lebih banyak bawa bola. Orang yang tahu sepak bola, pasti tahu babak pertama itu milik siapa,” ujar dia.

Dalam pertandingan di pekan kesembilan, Laskar Mahesa Jenar tidak ingin kembali kehilangan poin. Sebab, timnya sudah kehilangan poin di Banjarmasin. Artinya, untuk laga kandang melawan PS Tira di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Kamis (17/5/2018) pukul 20.30 WIB, PSIS harus mampu bangkit untuk meningkatkan motivasi dan mental pemain.

Jika ingin keluar dari papan bawah, Wahyu meminta kepada pemain untuk bisa tampil eksplosif selama pertandingan agar bisa menghasilkan tiga poin. Pihaknya sudah berbicara kepada pemain dan pelatih bahwa untuk laga melawan anak asuh Rudy Eka Priyambada tersebut tidak boleh kalah lagi. “Pemain sudah siap untuk melakoni pertandingan berikutnya. Pemain yang cedera seperti Safrudin Tahar, masih dalam pemantauan tim medis. Tapi, saya tidak bisa menjanjikan apakah akan bisa tampil atau tidak,” ujarnya.

READ MOREJoko Susilo Akui Gagal Tukangi Arema FC

Suporter Diminta Tertib

Sementara itu, terkait pertandingan melawan The Army, pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIS sangat berharap para penonton menjaga keamanan dan ketertiban. Pasalnya, pertandingan akan berlangsung malam hari. Para pendukung PSIS dilarang menyalakan flare, smoke bomb, membawa petasan, atau kembang api ke dalam stadion karena rawan berbuah sanksi.

“Dalam pertandingans sebelumnya suporter sudah tertib. Kami minta ini tetap dipertahankan dan jangan sampai tim yang dirugikan,” kata Ketua Penpel PSIS Pujianto. PUR