Mesut Oezil dan Ilkay Gundongan Jadi Sorotan

16 Mei 2018 - 4:33 am 29 Views

Dua bintang tim national (timnas) Jerman, Mesut Oezil dan Ikay Gundongan sedang dalam sorotan. Hal itu dampak dari pertemuan kedunya sengam Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. GORILASPORT

LONDON (GORILASPORT) Asosiasi sepakbola Jerman (DFB) melontarkan kritik kepada Mesut Oezil dan Ilkay Gundogan karena bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemain timnas Jerman tersebut diketahui bertemu dengan Erdogan di kedutaan besar Turki di London, bersama striker Everton dan timnas Turki Cenk Tosun, saat politikus itu datang ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Ozil dan Gundogan memberi sang Presiden sebuah jersey bertanda tangan, sebelum foto ketiga pemain bersama diunggah dalam akun resmi Instagram Oezil. DFB kemudian mengeluarkan pernyataan yang menuduh Oezil dan Gundogan – yang keturunan Turki – melanggar nilai sepakbola dengan terlibat dalam pertemuan tersebut.

READ MORE: Kunci Sukses Semen Padang Empat Kali Menang Beruntun

Presiden DFB Reinhard Grindel mengatakan, “DFB tentu saja menghargai situasi spesial pemain kami dengan latar belakang imigran, tetapi sepakbola dan DFB berdiri untuk nilai yang kurang dihormati Tuan Erdogan. “Karena itu, bukan hal bagus pemain timnas kami membiarkan diri mereka digunakan untuk taktik kampanye. Ini jelas tidak membantu upaya integrasi DFB.”

Koordinator tim DFB Oliver Bierhoff menambahkan: “Saya masih tidak meragukan komitmen Mesut dan Ilkay bermain untuk timnas Jerman dan seberapa besar mereka mengenali nilai kami. Mereka tidak menyadari simbolisasi foto-foto ini, tetapi kami tidak bisa mendukungnya, dan kami akan membicarakan hal ini kepada pemain,” ungkap Bierhoff.

READ MORE: Cara Kapten Persib Jaga Kondisi di Bulan Puasa

Gundogan menegaskan bahwa ia dan Oezil tidak memiliki niat untuk menjurus ke arah politik, mengatakan: “Bukan niat kami untuk membuat pernyataan politis dengan foto ini, apalagi sebagai kampanye. Sebagai pemain timnas Jerman, kami menjunjung nilai DFB dan menyadari tanggung jawab kami,” tutur Gundongan. IRA