Persija Kecewa Kepemimpinan Wasit

16 Mei 2018 - 5:39 am 141 Views

Persija Jakarta yang tersingkir dari ajang Piala AFC 2018, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Turki Mohammed A. Alkhudhayr. Beberapa keputusan wasit asal Arab Saudi itu dinilai merugikan Riko Simanjuntak dkk. GORILASPORT

JAKARTA (GORILASPORT) Langkah Persija Jakarta dipastikan di Piala AFC 2018 dipastikan terhenti di babak semi-final zona ASEAN. Itu setelah, mereka takluk dari Home United, skor 3-1, pada leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (15/5) malam. Dengan demikian, tim Macan Kemayoran kalah agregat 6-3 dari Home United dalam dua leg semi-final.

Selepas pertandingan, pelatih Persija, Stefano Cugurra, mengkritik kinerja wasit Turki Mohammed A. Alkhudhayr. Menurutnya, wasit asal Arab Saudi itu tak adil dalam memimpin pertandingan.

READ MORE: Kunci Sukses Semen Padang Empat Kali Menang Beruntun

“Pertama, saya ingin berterima kasih lebih dahulu untuk semua suporter dan semua pihak yang mendukung kami malam ini. Malam ini bukan malamnya Persija. Kami membuat kesalahan terkait gol pertama di awal pertandingan, kemudian ada polemik penalti dari wasit,” ungkap Teco.

Lalu kami kehilangan pemain karena kartu merah dan itu membuat situasi lebih sulit. Di ruang ganti, saya coba perbaiki organisasi permainan tim, tapi kami tak bisa cetak gol di babak kedua,” lanjutnya.

“Selain itu, wasit juga memberikan hukuman penalti kepada kami, padahal menurut saya sentuhannya minim. Kalau seperti itu, kami juga seharusnya bisa mendapatkan dua hingga tiga penalti di laga ini. Tapi wasit tidak memberikannya,” ungkap Teco. 

“Begitu juga ketika pemain kami melanggar sedikit langsung diberi hukuman, tapi ketika tim lawan melakukan hal yang sama wasit tidak memberikan hukuman,” tambah pelatih asal Brasil itu.

“Kemudian waktu pertandingan tadi wasit suruh saya duduk di bench, jadi saya tak bisa berjalan di area saya yang semestinya,” lanjutnya. 

READ MORE: Delegasi AFC Pantau Tiga Stadion Venue Piala AFC U-19

Meski begitu, Teco mengakui timnya masih kalah pengalaman dari klub asal Singapura tersebut dalam hal bermain di level Piala AFC. Memang, ini untuk pertama kalinya tim Macan Kemayoran bermain di Piala AFC, sejak ajang itu bergulir pertama kali pada 2004.

“Persija sudah lama tak bermain di level internasional, jadi kami kurang pengalaman. Di sisi lain, Home United punya pengalaman yang lebih banyak dari kami. Untuk selanjutnya, saya rasa kalau kami lolos lagi ke Piala AFC, kami bisa bermain lebih baik di level ini. Tentunya secara permainan dan mental,” jelas mantan pelatih Chiangrai United itu. IRA