Saatnya Pesta

11 Mei 2018 - 11:00 am 240 Views

Juventus hanya butuh satu poin demi menjadi juara Serie A untuk kali ketujuh secara beruntun. Gelar ini akan semakin menancapkan dominasi La Vecchia Signora di sepak bola Italia. Sebab, sejak 2011/2012 tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Dominasi Juventus selama tujuh musim beruntun tidak dihasilkan dengan instan. Setelah kembali ke Serie A setelah sempat dihukum ke Serie B akibat Calciopoli, Juventus butuh empat musim untuk menjadi Raja Italia. Dimulai dengan pondasi Antonio Conte, Massimiliano Allegri melanjutkannya dengan sempurna. Tidak ada satu pun klub Italia yang bisa menghentikan mereka, termasuk AC Milan, Internazionale Milano, AS Roma, atau SSC Napoli. Salah satu bukti kehebatan Juventus terlihat kasat mata musim ini. Dari 36 pertarungan yang sudah dilalui, mereka hanya berada di posisi puncak klasemen 11 pekan. Sisanya, 25 pekan ada di baris kedua dan ketiga. La Vecchia Signora bahkan sempat dikalahkan SS Lazio, Sampdoria, dan Napoli. Namun, mentalitas juara memang menjadi hal yang membedakan Juventus dari tim-tim Italia lainnya. Mereka tidak butuh semangat menggebu-gebu untuk mendominasi. Juventus menunjukkan bahkan  ketenangan dan konsentrasi menjadi faktor yang cukup penting. Terbukti, saat selisih poin dengan Napoli di fase-fase akhir mulai mengecil, mereka justru mampu melepaskan diri. Sebaliknya, Napoli yang tergelincir. Dengan situasi seperti ini sangat wajar jika Juventus akan menjadi juara Serie A lagi. Justru, yang harus dinantikan adalah aksi mereka di Liga Champions musim depan. Musim ini, mereka dikandaskan Real Madrid pada perempat final lewat penalti Cristiano Ronaldo di penghujung babak kedua.