FEATURE: PSMS Masih Marah Kepada Barito

10 Oktober 2018 - 11:35 pm 35 Views
Sacramento web barito

Menajemen PSMS Medan berharap PSSI tegas menyikapi ulah oknum ofisial Barito Putera yang memukul pelatih Laskar Ayam Kinantan seusai laga akhir pekan lalu. GORILASPORT

MEDAN (GORILASPORT) Tiga hari sudah berlalu, tapi kekecewaan menajemen PSMS Medan terhadap Barito Putera belum berakhir. Mereka masih tidak habis pikir dengan kelakuan asisten pelatih dan ofisial Laskar Antasari yang telah melakukan pemukulan kepada nakhoda Laskar Ayam Kinantan asal Inggris, Peter Butler.

Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengatakan insiden tersebut telah menodai kampanye sepak bola damai di Indonesia, yang beberapa waktu lalu didengungkan sejumlah klub peserta Liga 1 dan diinisiasi oleh PSSI. Karena itu, PSMS bereaksi dan mengambil langkah tegas dengan menyurati PSSI untuk menuntut ketegasan dari komisi disipilin (komdis).

READ MOREIni Janji Bima Sakti Pada Debutnya Tukangi Timnas Indonesia

“Kemarin kita baru rembuk nasional dan telah menyepakati agar menciptakan sepak bola damai di Indonesia. Ini menindaklanjuti tewasnya suporter Pesija beberapa waktu lalu. Namun, Belum berapa hari disepakati sudah terjadi lagi insiden kekerasan di lapangan hijau. Ini bisa menodai hasil rembuk kemarin,” terang King.

Surat protes PSMS kepada PSSI dan Barito yang dilayangkan PSMS berisi empat poin. Pertama dan kedua menjelaskan kronologis insiden pemukulan yang dialami Butler. Ketiga, memprotes sikap provokasi yang dilakukan tim ofisial Barito dan asisten pelatihnya sekaligus menuntut agar komdis memberikan sanksi tegas dengan menyertakan bukti link video.

READ MORETanpa Milla, Timnas Serius Hadapi Myanmar

Berawal dari Wasit

Menurut pengakuan PSMS, insiden tersebut berawal dari kekecewaan Barito kepada wasit. “Saya heran kenapa ofisial bisa masuk lapangan dan memukul saya. Semua badan saya sakit. Untung saya kuat bisa menahan. Asisten pelatih dan dua orang dari kiri memukul saya,” sebut Butler dalam sesi temu pers, usai laga.

Butler pun langsung mengaitkan situasi tersebut dengan insiden kekerasan yang telah menewaskan suporter Persija beberapa waktu lalu. “Saat ini situasi sepak bola Indonesia tidak baik setelah insiden suporter meninggal. Padahal, saya hormat kepada wasit dan mereka. Saya pelatih dari negara lain. Saya tahu peraturan dan itu sangat tidak bagus untuk sepak bola Indonesia,” beber Butler kala itu. ADAN