Akhiri dengan Indah

23 November 2018 - 11:00 am 82 Views

Skor imbang Filipina kontra Thailand yang membuat Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2018 telah membuat PSSI berada dalam tekanan. Otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu dianggap tidak serius mempersiapkan tim yang menghadapi kompetisi bergengsi antarnegara Asia Tenggara. Kecaman layak disematkan kepada PSSI karena sejumlah alasan. Pertama, ketika para pemain tim nasional berjibaku, kompetisi belum selesai. Liga 1 bahkan memasuki fase krusial, sementara Liga 2 baru menggelar babak delapan besar. Akibatnya, tidak semua pesepak bola terbaik Merah-Putih bisa berkompetisi di ASEAN karena klub juga keberatan kehilangan pemainnya. Masalah kedua datang dari penunjukkan pelatih. Dengan berbagai drama yang terjadi, PSSI secara antiklimaks memilih Bima Sakti sebagai nakhoda pengganti Luis Milla. Skandal ini berawal dari keputusan PSSI yang tidak memperpanjang kontrak Milla seusai Asian Games 2018. Namun, akibat desakan suporter, PSSI membatalkannya. Mereka menyebut pria Spanyol itu tetap melatih timnas. Setelah dinanti, Milla tidak juga datang ke Jakarta karena PSSI ternyata sudah menunjuk Bima sebagai pelatih yang didampingi Kurniawan dan Kurnia Sandy. Akibatnya, Bima hanya punya waktu dua pekan untuk menyiapkan skuad sebelum pertandingan pertama berlangsung. Padahal, negara lain mempersiapkan tim lebih dari satu bulan.