FEATURE: Ambisi Hamka Pensiun di Malang

5 Desember 2018 - 10:33 pm 52 Views
Hamka Hamzah Arema

Hamka Hamzah menegaskan ingin bertahan di Arema FC. Bahkan, pemain asal Makassar itu ingin pensiun sebagai angora Singo Edan. GORILASPORT

MALANG (GORILASPORT) Menginjak usia 34 tahun, Hamka Hamzah ternyata mulai memikirkan waktu pensiun. Tanpa ragu, mantan pemain PSM Makassar tersebut menegaskan ingin gantung sepatu sebagai pemain Arema FC. Dia mengaku betah bermukim di Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah pada putaran pertama memperkuat Sriwijaya FC.

Hamka selama ini dikenal sebagai pemain petualang. Dia sangat sering berpindah klub setiap musim baru digelar. Namun, kini dia mulai sadar bahwa kariernya sudah berada di ujung jalan. Hamka mengaku ingin bertahan di Arema pada 2019. Bahkan, jika memungkinkan, pemain berusia 34 tahun tersebut ingin pensiun sebagai Singo Edan.

READ MOREFEATURE: Kesan Ardi Idrus Bela Maung Bandung

“Prioritas saya adalah tetap bertahan di Arema. Bermain di Arema ini sebuah kebanggaan dengan suporter yang besar dan fanatik. Arema ini tim besar. Saya merasa nyaman dan sudah seperti rumah sendiri. Namun, saya tidak tahu karena manajemen dan pelatih juga yang akan menentukan masa depan saya,” kata Hamka.

“Garis tangan tidak bisa dilawan. Saya memang bilang ingin pensiun. Namun, ketika harus pergi, ya saya harus pergi. Saya ingin bertahan. Tapi, kalau Tuhan menjalankan saya harus bermain di klub lain juga tidak bisa melawan. Apakah pelatih dan manajemen masih membutuhkan saya musim depan? Jawaban ada pada mereka. Kalau mereka tidak inginkan saya, saya bisa apa?” tambah Hamka.

READ MOREFEATURE: Peluang Juara Persija Semakin Besar

Belum Teken Kontrak

Lebih lanjut, Hamka menyebut hingga kini dia belum meneken kontrak baru untuk bertahan di Arema. Namun, mantan pemain Mitra Kukar tersebut tidak terlalu risau dengan hal itu. Bagi Hamka, kapten saat ini hanya ingin menyelesaikan musim 2018 dengan hasil yang bagus sebelum pada akhirnya teken kontrak baru.

“Kalau pembicaraan kontrak, kapten itu bisanya menjadi penutup. Di mana-mana kapten itu yang terakhir (dikontrak). Tapi, kalau ada perang dia disuruh maju duluan. Kita harus yang paling depan. Kalau soal kontrak kapten persilahkan prajurit yang maju dulu,” seloroh pemain asal Makassar itu. ARDI