Hidangan Penutup

14 Desember 2018 - 11:00 am 113 Views

Sempat terlupakan karena semua orang sibuk dengan Liga 1, Piala AFF, hingga Edi Rahmayadi, Piala Indonesia akhirnya kembali dilanjutkan. Meniru Piala FA di Inggris, kompetisi yang awalnya akan digelar pada 2018 kini mundur hingga 2019. Akibatnya, labelnya berubah dari Piala Indonesia 2018 menjadi Piala Indonesia 2018/2019. Aneh? Memang. Sebab, hal ini menunjukkan inkonsistensi otoritas sepak bola di Indonesia. PSSI seperti tidak memiliki rencana yang matang terhadap sebuah kompetisi yang konon katanya juaranya akan mewakili Indonesia di Piala AFC pada 2020 tersebut. Apalagi, jeda pertandinganya sangat jauh. Sejumlah pembatalan dan penundaan juga terjadi dengan berbagai alasan masuk akal maupun tidak. Dari sudut pandang klub dan pemain, bergulirnya lagi Piala Indonesia saat Liga 1 dan Liga 2 berakhir tentu saja sangat memberatkan. Pasalnya, mayoritas tim sudah ditinggal pemain karena dikontrak hingga liga berakhir. Dampaknya, ada sejumlah klub yang tampil ala kadarnya dengan menampilkan pemain-pemain muda. Bahkan, ada tim yang tampil tanpa didampingi pelatih kepala akibat kontrak yang sudah berakhir dan tidak diperpanjang.