Juergen Clauss

21 Desember 2018 - 11:00 am 88 Views

Musim dingin menyapa Eropa. Artinya, pertandingan-pertandingan Premier League semakin menarik. Boxing Day dan Tahun Baru tetap menampilkan laga-laga penting. Jika semula hanya digelar di Premier League, musim ini pertandingan-pertandingan musim dingin juga menular ke Serie A. Bagi para pendukung, pertandingan pada Natal dan Tahun Baru sangat dinantikan karena menjadi ajang bertemu keluarga disertai menyaksikan klub kesayangan bertanding. Sementara bagi klub, televisi, sponsor, dan orang-orang yang berbisnis di sepak bola, tengah pekan nanti menjadi saat yang paling pas untuk mengeruk pundi-pundi pounds.  Sebaliknya, bagi pada pemain pertandingan Boxing Day dan pada malam Tahun Baru selalu direspons beragam. Namun, mayoritas menyatakan keberatan karena resiko yang besar. Cuaca dingin yang terkadang disertai turunnya salju membuat pemain mudah kelelahan. Resiko cedera juga besar. Emosi menjadi labil sehingga sulit berpikir dengan jernih. Wacana menghapus Boxing Day dan Tahun Baru sudah sering dilontarkan para pemain dan pelatih vocal. Namun, mereka tidak berdaya karena kue industrialisasi sepak bola tidak mungkin dibuang ke tempat sampat begitu saja.  Kata pemain: “anda puas kami lemas”.