Sriwijaya FC Minta Jaminan Keamanan

23 Maret 2018 - 8:45 am 350 Views
Manajemen Sriwijaya FC meminta jaminan keamanan dari pihak panitia setempat saat timnya dijamu Pusamania Borneo FC, Minggu (25/3/2018). Mereka meminta itu agar kejadian di Piala Gubernur Kaltim tak terulang. GORILASPORT

PALEMBANG (GORILASPORT) Manajemen Sriwijaya FC (SFC) meminta panitia pelaksana (panpel) lokal memberikan jaminan keamanan kepada rombongan SFC. Mereka meminta perlindungan selama berlangsungnya pertandingan Liga 1/2018 antara Pusamania Borneo FC versus SFC, Minggu (25/3/2018) malam.

Manajemen meminta perlindungan mulai dari kedatangan hingga kepulangan, khususnya selama berada dan menjalani laga di Stadion Segiri, Samarinda. Permintaan itu sebagai antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga pemain merasa aman dan nyaman dalam bertanding.

READ MORESriwijaya FC Incar Poin Penuh di Kandang Borneo FC

Keinginan itu tak lepas karena laga nanti diprediksi akan berlangsung panas sejak menit awal. Karena, tim besutan Pelatih Iwan Setiawan dipastikan bakal berusaha keras untuk membalas kekalahan mereka dan tidak mau kembali dipermalukan di depan pendukung sendiri.

SFC memang mempermalukan Borneo di babak semifinal secara dramatis melalui drama adu penalti (8-7). Drama itu harus dilalui setelah kedua tim bermain imbang 3-3 di waktu normal.

Manajer SFC Ucok Hidayat mengungkapkan, jaminan keamanan dan perlindungan kepada tim tamu menjadi hal yang mutlak dan wajib diberikan tim tuan rumah. Hal itu perlu agar tidak terjadi lagi aksi kekerasan di lapangan, seperti yang dialami pemain di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur 2018.

“Saat itu, tidak ada petugas keamanan berseragam di lokasi, sehingga Marckho menjadi korban pemukulan dua oknum panpel dan kejadian itu disaksikan tiga ofisial kita (SFC). Kita tentunya berharap kejadian seperti itu tidak kembali terjadi,” harapnya, Kamis (22/3/2018).

Akibat tragedi tersebut, pihaknya sempat meminta pertandingan dihentikan. Tujuannya tidak lain untuk memberikan perlindungan bagi Alberto Goncalves dkk. SFC kemudian melanjutkan laga setelah dilakukan negosiasi dengan pengawas pertandingan bersama Kapolres Samarinda dan Danrem. Hal itu dilakukan setelah mereka memberikan jaminan keamanan.

“Jika tidak ada sikap tegas dari panpel, maka siapa yang bisa menjamin keamanan pemain SFC. Apalagi, hal ini terjadi di area teknis yang notabene tidak sembarang orang bisa berada di sana. Kita juga saat itu memutuskan tetap bermain, karena menghormati Bapak Gubernur Kaltim selaku pihak penyelenggara,” tuturnya.

READ MORESriwijaya FC Merasa Dirugikan Adanya Perubahan Jadwal Liga 1

Tak Ingin Kejadian Pemukulan Terulang

Ya, fans Laskar Wong Kito tentunya masih ingat. Peristiwa tindak kekerasan yang diterima Marckho Sandy Meraudje oleh dua oknum panpel di lorong saat hendak kembali ke loker room pada babak semifinal PGK 2018, awal bulan lalu.

Saat itu, bek asal Papua itu hendak menuju kamar ganti seusai mendapatkan kartu merah dari wasit Jerry Elie di masa injury time babak pertama, Jumat (2/3/2018) malam di Stadion Palarang, Samarinda. Akibat pemukulan itu, Marckho  mengalami luka lebam di bagian pelipis kepala bagian kiri. Aksi ini sendiri membuat pelatih dan jajaran manajemen SFC berang dan sangat menyesalkan kejadian itu. ARJA